Sabrina, si pencuri hati

Pangkalan Bun - Sabrina yang mulai tenar dari tahun 2006 ini adalah musisi yang focus, pada akustik dengan spesialisasi pada gitar, selain memainkan biola dan piano juga. Lagu-lagu yang dibawakan memang kebanyakan lagu-lagu re-make dari musisi-musisi tenar, seperti Hoobastank, jason Mraz, Five for Fighting, Justin Bieber. Sabrina telah mengeluarkan 4 album. yang pertama bertajuk self titled Sabrina dirilis tahun 2006. Album kedua bertajuk I Love Acoustic dirilis tahun 2007. Album ke 3 bertajuk I Love Acoustic Too rilis tahun 2009, dan album terbarunya berjudul I Love Acoustic 3 dirilis tahun 2010.

Namanya memang Indonesia Banget, Sabrina. Kalau melihat penampilan dan namanya orang pasti mengira kalau penyanyi ini berasal dari Indonesia. Siapa sangka penyanyi cantik ini berasal dari Philiphina, dan saat ini sedang menjadi Idola baru di Indonesia. Lagu-lagu terkenal semacam A Thousand Miles milik Vanesa Carlton, The Reason milik Hoosbastank, Way Back Into Love milik Hugh Grant, dan lain-lain dinyanyikan ulang oleh Sabrina dalam versi Acoustic. Suaranya terdengar merdu dengan lantunan gitar yang enak di dengar. Sejak umur 7 tahun,  Sabrina sangat suka bernyanyi.  Ia sering bernyanyi di acara sekolahnya sekaligus menjadi konduktor. Sabrina juga mengikuti latihan vocal, dan telah mengkhususkan diri dalam musik pop. Bakat musik ini telah ada dalam darah Sabrina. Orangtuanya, kakak laki-laki dan adiknya semua bisa menyanyi. Sabrina, pada awalnya adalah seorang penyanyi bossanova, bukan akustik. Ketika umur 18 tahun, dia ditawari rakaman oleh Universal Filipina, karena kemampuannya bermain gitar. Setelah itu, manajer dan produsernya menawarkan Sabrina memilih genre akustik, karena sesuai dengan karakter suaranya yang lembut.

Walaupun hanya menyanyikan lagu-lagu milik penyanyi terkenal, Sabrina berhasil mencuri hati penggemarnya, dan berhasil mendapatkan Philippine Awarded Acoustic Artist of the Year. Sabrina mengaku, tidak memiliki rencana istimewa dalam karirnya. Ia hanya menjalani dan berusaha memberikan yang terbaik kepada fansnya, sehingga mereka merasa senang saat mendengarkan lagu-lagunya. Sabrina pada tahun 2011 melepas seri keempat dari album I Love Acoustic 4.  Masih berisi belasan lagu daur ulang dari banyak lagu hits dalam setahun terakhir ini yang kembali lagi diolah ulang oleh Sabrina dalam bentuk yang lebih organis, yaitu akustik. Bagi yang akrab dengan Sabrina atau sudah mengikuti album-album terdahulu, tidak banyak perubahan yang terjadi seri keempat ini. Aransemen masih diatur dalam tempo menengah dan disesuaikan dengan warna vokal Sabrina yang cenderung lembut.

Tantangan bagi Sabrina memang adalah untuk menaklukkan lagu-lagu bertempo cepat, agar kemudian diadaptasi dalam bentuk yang lebih lembut dan tenang. Ada beberapa lagu bermateri asli uptempo yang dihadrikan dalam album ini. Sebutlah Edge of Glory milik Lady Gaga. Jika dicermati, pilihan lagu yang ditawarkan oleh Sabrina kali ini memang banyak memiliki materi asli yang bertempo cepat, seperti lagu-lagu yang telah disebutkan tadi atau juga Hold It Against Me (Britney Spears) dan Rolling In the Deep (Adele). Namun secara umum, album memang didominasi oleh lagu-lagu yang aslinya memang bertujuan untuk memancing kegalauan ataupun sebagai sarana, untuk mendatangkan ketenangan. Sebutlah California King Bed (Rihanna), Back to December (Taylor Swift), That Should be Me (Justin Bieber) atau The Man Who Can’t Be Moved. Dengan mudah Sabrina menaklukkan lagi ini untuk menghadirkan dalam bentuk musik akustik yang merdu.

Tampaknya Sabrina memang semakin mantap saja dalam pilihannya dalam mengusung musik akustik yang mengaransemen lagu-lagu popular. Tidak mengherankan jika saat ini musik akustik seolah telah melekat dengan erat dengan namanya. Dirinya yang selalu terlintas di benak jika mendengar lagu-lagu akustik cover-version. Dengan keberhasilan album ini yang sudah meraih GOLD hanya dalam waktu 3 minggu perilisan di Indonesia. 
Sumber : solopos.com

0 Response to "Sabrina, si pencuri hati"

Posting Komentar