Sejumlah Pedagang Enggan Tempati Lapak

Pangkalan Bun - Pascapembagian lapak untuk para pedagang korban kebakaran Pasar Indrasari Pangkalan Bun, aktivitas perdagangan mulai membaik. Namun ada juga pedagang yang enggan menempati lapak lantaran tidak sesuai yang diharapkan.

Pedagang Pasar Indrasari Yuli mengaku enggan menempati lapak lantaran tempatnya kotor dan sempit. Terlebih tempat untuknya berada di pojok yang jarang didatangi konsumen. ”Kebakaran kali ini saya sudah habis-habisan. Seluruh barang dagangan ludes tidak tersisa. Namun lebih kecewanya lagi saya saat dikasih lapak itu berada di pojokan dan lokasinya itu jorok. Apabila dijadikan untuk tempat dagang, mana ada orang yang mau membeli,” kata Yuli dengan nada emosi.

Pascakebakaran, Yuli berusaha untuk tidak meratapi nasibnya. Dirinya berjualan kembali dengan menempati lapak yang berada di depan. Awalnya tempat itu belum ada yang menempati pedagang manapun. Akibat berebut lapak, justru dirinya mendapat di pinggir.

“Saya itu sudah dapat di tempat strategis tapi diusir, harusnya yang sudah dapat itu ya sudah jangan diusir lagi. Yang lain harus menyesuaikan, dengan yang sudah kembali berdagang,” katanya.
Karena enggan menempati lapak yang dibagikan oleh dinas, Yuli berjualan di tempat orang lain. “Biar lapak saya di pinggir kalau ada waktu saya juga bisa berjualan di tempat orang. Awalnya saya berada di depan,” ujarnya dengan nada lantang.

Selain Yuli, sejumlah pedagang lain juga enggan menempati lapak sementara yang dibagikan oleh pemkab. “Harusnya dinas itu melihat saat proses pembagian. Karena lapak yang sudah ditempati harusnya dibiarkan saja. Masa harus dipindah-pindah dan penempatannya juga tidak sesuai harapan,” kata Marwan yang mendapatkan lapak blok C.

Secara terpisah, Kabid Pembinaan Pasar dan PKL pada Dinas Koperasi UKMK dan Pasar Kabupaten Kobar Manurung mengatakan, pembagian lapak sudah sesuai ketentuan dan diundi bersama. Bagi yang mendapat bagian depan itu beruntung, tapi yang mendapatkan bagian belakang itu sudah risiko.
“Dalam pembagian lapak, semua pedagang maunya itu di bagian paling depan semua. Meski ada yang menyadari hal itu, tapi yang namanya pedagang yang jumlahnya mencapai 467 itu sangat banyak dan wajar saja bila ada hal itu. Namun yang jelas pedagang harus menerima lapak yang sudah dibagikan. Di samping itu juga keterbatasan lapak,” ujarnya.

Sementara untuk pedagang kain yang rencananya bakal ditempatkan di lantai atas Pasar Indrasari dan lantai atas Indra Kencana belum dapat diputuskan. Pasalnya sejumlah pedagang belum mendaftarkan diri.
“Pedagang pakaian yang belum dilakukan pembagian. Rencananya itu awal pekan depan dibagikan, karena fasilitas kios juga perlu penunjang seperti lampu dan lainnya. Harapan kami, semua los pasar yang awalnya tidak terpakai, bisa dimanfaatkan kembali. Serta harapan kami agar semuanya bisa berjalan dengan lancar,” bebernya.

Terkait adanya sejumlah pedagang yang enggan menempati lapak, Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar langsung turun ke lokasi kebakaran Selasa (20/8) sore.

Sumber Berita : http://radarsampit.net

0 Response to "Sejumlah Pedagang Enggan Tempati Lapak"

Posting Komentar